1. Denial Of Service (DOS)
Serangan DoS (bahasa Inggris: denial-of-service attacks') adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.
Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:
Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.
Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.
Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.
Bentuk serangan Denial of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack, yang pertama kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap kelemahan yang terdapat di dalam protokol Transmission Control Protocol (TCP). Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi kelemahan yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang digunakan untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu (bahkan beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya Bonk, LAND, Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.
Meskipun demikian, serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering dilakukan. Hal ini disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya memenuhi ruangan hard disk dalam sistem, mengunci salah seorang akun pengguna yang valid, atau memodifikasi tabel routing dalam sebuah router) membutuhkan penetrasi jaringan terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya kecil, apalagi jika sistem jaringan tersebut telah diperkuat.
2. Cara Kerja Malware
Pembahasan terkahur yaiotu Cara Kerja Malware. Aksi yang dilakukan malwrae biasannya disebut Direct Action. Sekali aktif, malware akan menjalankan aksinya yaitu dengan mencari objek untuk di infeksi dan hal-hal berbahaya lainnya. Sekalipun tidak menetap di memori, jenis malware ini tetap berbahaya, jika komputer yang tanpa sengaja mengeksekusi malware ini berada pada sebuah jaringan komputer, malware tersbut langsung mencari dan menginfeksi semua file-file yang ada pada komputer dlm jaringan tersebut.
Ilustrasi nya seperti ini :
Malware akan meletakan file database.mdb, thumb.db, autorun.inf, shortcut folder, shortcut msoffice, Ink, dan shortcut new folder pada my document.
Malware akan mengkatifkan wscript.exe dan file thumb.db yang berada pada folder System32 untuk menjalankan file database.mdb pada my document.
Shortcut folder-folder tadi akan berkaitan dengan file thumb.db. Jika kita membuka folder-folder maka kita akan mengkatifkan file wscript.exe dan file thumb.db selanjut nya akan membuat duplikat shortcut folder yang ada pada komputer kita, thumb.db dan autorun.inf di seluruh Drive C. Jika komputer kita terjangkit Malware maka swluruh drive C akan terdapat duplikat shortcut folder yang ada pada komputer, dan juga menscan semua media yang ada pada komputer kita, CD, Flashdisk atau HDD potable.
3. KeyLogger
Keyloger merupakan perekam aktivitas ketukan keyboard dan window event yang digunakan untuk memantau kegiatan keyboard komputer, setiap tombol yang ditekan oleh user maka semua record akan disimpan oleh keylogger.
Keyloger terdiri dari 2 macam yaitu :
1.Hardware
Cara kerja Hardware Keylogger, cukup diinputkan ke port PS2, lalu inputkan port keyboard diatasnya. keyloggeryang ditancapkan pada keyboard akan menrecord semua segala aktivitas menggunakan keyboard. Cara ini lebih efektif daripada software keylogger. Dikarenakan antivirus tidak bisa mendetectnya. Walau cenderung mahal, alat di pic diatas itu sekitar $53, Tapi alat ini dapat menyimpan data rekaman sampai setahun lamanya. Alat ini juga diluar dari system. Menyimpan di memory tersendiri. Sehingga hanya orang yang mengaktifkannya yang dapat membuka nya.
2.Software
Sedangkan Softwarenya bekerja keyloger ini sangat sederhana, dimana dia akan berjalan tanpa sepengatahuan sipengguna lain kecuali usernya. tinggal di instal dikomputer lalu orang yang menggunakan komputer tersebut akan terekam seluruh kegiatan nya termasuk kegiatan memasukkan "password dan username" facebook dan friendster. bisa saja hal ini dilakukan oleh para pemilik warnet yang iseng dan tidak bertanggung jawab, atau bisa saja dilakukan oleh si pengguna komputer sebelum nya dengan cara mematikan fungsi antivirus nya terlebih dahulu lalu kemudian menginstall keylogger. Aplikasi ini juga bisa di modifikasi menjadi sebuah trojan, dimana dia akan melakukan instal sendiri begitu si penerima email membukanya. Selanjutnya trojan ini akan mencatat semua aktifitas Anda dan mengirimkan data-data tadi ke sipencuri melalui email saat komputer korban terkoneksi.
Cara kerja Keylogger
Membaca setiap aktivitas yang ada di tuts keyboard, dengan kata lain setiap huruf / angka yang anda tekan di keyboard akan tampil di Perfect Keylogger ini.
Mungkin anda berfikir bila kita memakai On Screen keyboard ( Start Menu >> All program >> accessories >> On-Screen Keyboard ) password anda tidak akan terbaca, anda salah.
Walaupun anda menggunakan On Screen Keyboard, setiap huruf / angka yang anda ketikan akan terbaca, bedanya kalau pakai keyboard On screen keyboard akan di baca secara vertikal ( tapi intinya bisa terbaca ), selain itu chat dan screen shot juga bisa terbaca.
4. Worm
Worm adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer. Sebuah worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri. Worm tidak seperti virus komputer biasa, yang menggandakan dirinya dengan cara menyisipkan program dirinya pada program yang ada dalam komputer tersebut, tapi worm memanfaatkan celah keamanaan yang memang terbuka atau lebih dikenal dengan sebutan vulnerability. Beberapa worm juga menghabiskan bandwidth yang tersedia. Worm merupakan evolusi dari virus komputer. Hanya ada satu cara untuk mengatasi worm yaitu dengan menutup celah keamanan yang terbuka tersebut, dengan cara meng-update patch atau Service Pack dari operating sistem yang digunakan dengan patch atau Service Pack yang paling terbaru. Virus komputer memang dapat menginfeksi berkas -berkas dalam sebuah sistem komputer, tapi worm dapat melakukannya dengan lebih baik. Selain dapat menyebar dalam sebuah sistem, worm juga dapat menyebar ke banyak sistem melalui jaringan yang terhubung dengan sistem yang terinfeksi. Beberapa worm, juga dapat mencakup kode-kode virus yang dapat merusak berkas, mencuri dokumen, e-mail, atau melakukan hal lainnya yang merusak,atau hanya menjadikan sistem terinfeksi tidak berguna. Beberapa contoh dari worm adalah sebagai berikut:
• ADMw0rm: Worm yang dapat melakukan ekspolitasi terhadap layanan jaringan Berkeley Internet Name Domain (BIND), dengan melakukan buffer-overflow.
• Code Red: Worm yang dapat melakukan eksploitasi terhadap layanan Internet Information Services (IIS) versi 4 dan versi 5, dengan melakukan serangan bufferoverflow.
• LoveLetter: Worm yang menyebar dengan cara mengirimkan dirinya melalui e-mail kepada semua akun yang terdaftar dalam Address Book Microsoft Outlook Express/daftar kontak dalam Microsoft Outlook dengan cara menggunakan kode Visual Basic Script (VBScript).
• Nimda
• SQL-Slammer
5. Trojan
Cara Kerja Trojan Virus trojan masuk melalui dua bagian, yaitu bagian client dan server. Ketika korban (tanpa diketahui) menjalankan komputer, kemudian penyerang akan menggunakan client untuk koneksi dengan server dan mulai menggunakan virus Trojan tersebut. Protokol TCP/IP adalah jenis protokol yang umum digunakan untuk komunikasi, dan virus trojan dapat bekerja dengan baik dengan jenis protokol ini—beberapa trojan juga dapat menggunakan protokol UDP dengan baik. Ketika server mulai dijalankan (pada komputer korban), Trojan umumnya mencoba untuk menyembunyikan diri di suatu tempat dalam sistem komputer tersebut, kemudian mulai “mendengarkan” di beberapa port untuk melakukan koneksi, memodifikasi registry dan/atau menggunakan metode lain yaitu metode autostarting. Metode autostarting ini merupakan metode terbaru dan banyak digunakan oleh sebagian besar virus Trojan. Metode autostarting adalah virus trojan akan secara otomatis aktif saat komputer dihidupkan. Walaupun komputer dimatikan dan kemudian dihidupkan lagi, virus trojan mampu bekerja kembali dan penyerang mengakses kembali ke komputer korban. Sistem kerja metode autostarting memulai dengan mengkoneksikan virus trojan ke dalam beberapa file executable yang sering digunakan, misalnya explorer.exe, dan kemudian memodifikasi file sistem atau Windows Registry. File sistem yang telah termodifikasi tersebut kemudian ditempatkan di direktori Windows, dan dari direktori ini penyerang melaksanakan penyerangan atau penyalahgunaan. Adapun yang paling umum adalah menempatkannya trojan di registry, khususnya di windows, yang akan terlihat seperti : [HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run] “Server”=”C:\\WINDOWS\\server.exe” Program tersebut tidak akan terlihat oleh user, program ini akan dapat mengambil password , setting mail, IP dan port number. Dengan adanya program server (trojan) ini yang telah aktif di computer target, maka anda dapat melakukan connection dengan menggunakan program remote(client) dan tentu saja anda dapat melakukan banyak hal tergantung banyaknya fasilitas yang ada di dalam trojan tersebut. Hal-hal yang dicari oleh trojan Sebagian pemakai Internet beranggapan bahwa Trojan hanya bersifat merusak saja. Anggapan tersebut tidak benar, karena Trojan dapat digunakan alat untuk mata-mata dan melakukan penyadapan pada beberapa komputer korban. Data yang disadap berupa data pribadi maupun informasi yang sensitif (misalnya spionase dalam industri). Contoh hal-hal yang diminati penyerang adalah sebagai berikut. • Informasi Kartu Kredit. • Data akuntansi (email passwords, dial-up passwords dan webservices passwords). • E-mail Addresses. • Work Projects (dokumen pekerjaan). • Nama anak-anak dengan foto dan umurnya. • Dokumen sekolah. [RY]
Cara Kerja Virus
Tentunya sahabat semua udah mendengar istila Virus Komputer, nah virus komputer merupakan salah satu program jahat pada komputer. Pada dasarnya virus menyerang sistem operasi dan merusak file atau data. Tapi cara kerja virus itu berbeda-beda, sekilas mengenai cara kerja beberapa virus… :
Virus File
Virus ini mempunyai kemampuan untuk menginfeksi dokumen dan juga aplikasi komputer. Cara penyebaran nya dilakukan ketika aplikasi yang terinfeksi dijalankan maka virus akan menginfeksi file atau dokumen yang di akses oleh aplikasi tersebut.
Virus Boot Sector
Virus ini menyerang boot sector pada harddisk, sedangkan boot sector sendiri adalah bagian pada harddisk yang pertama kali di akses oleh komputer ketika pertama kali di hidupkan. Virus ini menginfeksi komputer kita, dan akhirnya komputer tidak akan normal pada saat melakukan booting.
Virus email
Cara kerja virus yang satu ini menyebar melalui email. Apabila virus itu sudah aktif, maka akan menyebar ke smua kontak email yang ada pada akun email kita secara otomatis.
Virus Siluman
Virus yang satu ini mempunyai kemampuan yang sangat unix, karena membuat file yang terinfeksi oleh virus ini akan terlihat seolah-olah tidak terinfeksi dan sangat sulit di deteksi.
6. Sypware
Spyware ini adalah jenis dari perangkat lunak yang berbahaya (malware) yang secara otomatis menginstall dirinya sendiri pada komputer dan bekerja sebagai mata-mata pada kegitana yang dilakukan oleh pengguna dan aktivitas internet tanpa pengetahuan dan persetujuan dari pengguna computer tersebut. Spyware menangkap dan menyimpan semua informasi dari pengguna seperti penekanan tombol keyboard, alamat email (s), password, website yang dikunjungi, dan bahkan data yang tersimpan pada hard drive dan mengirimkan ke lokasi server yang telah disetting atau dituju sebelumnya. Spyware tetap tersembunyi dan tidak akan terdeteksi dari proteksi program keamanan atau sekuriti computer Anda dan akan menyebabkan kerugian dengan menyebabkan dan menyebarkan infeksi ke komputer lain.